Ketika melihat sebuah foto yang menarik terkadang kita lebih dulu menanyakan kamera apa yang digunakan dalam mengambil foto, padahal kamera yang bagus bukan jaminan mutlak untuk menghasilkan foto-foto yang bagus. Peran pengalaman dari fotografer memegang kunci untuk menghasilkan sebuah foto yang bukan hanya menampilkan gambar tapi juga sebuah keindahan karya seni.

Terkadang kita juga tidak mengetahui apa saja unsur yang membuat sebuah foto meenjadi menarik. Menurut saya ada tiga hal yang membuat sebuah foto menjadi sebuah foto yang menarik yaitu Komposisi yang pas, Tune Color yang sesuai, dan Moment yang tepat. Jika ketiga unsur ini hadir dalam sebuah foto, maka cukuplah sebuah keindahan foto bagi saya. Pengaturan komposisi dan pemilihan momen sangat ditentukan oleh sang fotografer, sedangkan pengaturan tune color sangat ditentukan oleh kualitas hardware kamera, lensa, filter, ataupun software untuk editing. Kejelian seorang fotografer untuk menangkap moment merupakan suatu insting yang diasah oleh pengalaman dan jam terbang seorang fotografer. Kehadiran tiga unsur tadi membuat foto lebih berbicara dan menggugah perasaan orang yang melihatnya. Namun, terkadang pengaturan komposisi yang bagus saja, atau hanya moment yang tepat, sudah dapat menghasilkan sebuah foto yang bagus. Pada tulisan pertama ini akan membahas mengenai komposisi.

1. KOMPOSISI

Banyak yang tahu motret tapi tidak paham dengan komposisi, padahal pengaturan komposisi adalah hal yang membedakan mana foto yang bagus, dan mana foto yang keren bin menarik. Pengaturan komposisi adalah bagaimana cara mengatur tata letak subjek dan objek pada frame sebuah foto. Berikut beberapa hal yang penting dalam pengaturan komposisi foto.

Point of interest. Point of interest (PoI) merupakan hal penting dalam komposisi foto sebagai subjek pada foto. Peletakan PoI berhubungan dengan golden ratio. jika kita melihat sebuah foto, dan ada sesuatu yang menarik pandangan kita maka itu adalah PoI dari foto tersebut. kehadiran PoI dalam foto akan membuat foto memiliki karakter yang lebih kuat. Jika kita melihat sebuah pemandangan yang bagus, misalnya sunset, untuk membuat fotonya lebih menarik, carilah sebuah objek untuk dijadikan PoI untuk menambah kesan menarik dari foto tersebut.

Sunset dengan PoI anak kecil yang bermain

Sunset dengan PoI dua sejoli dan bebatuan
Kebanyakan foto meletakkan PoI pada rules of thirds agar lebih teratur, enak dipandang, dan tidak mengganggu background dalam menguatkan foto. Namun tidak ada aturan baku bahwa PoI harus mengikuti pengaturan rules of third.

Ada tiga PoI pada foto ini yaitu Orang yang bersepeda sebagai PoI utama, kemudian ada pagoda dan sunset.Kehadiran orang yang bersepeda membuat foto ini lebih berkarakter dan lebih bercerita.

Satu-satunya bunga yang mekar diantara kuncup bunga menjadi sebuah subjek yang sangat kontras

Kehadiran sebuah mobil hijau menjadikan foto ini tidak tampak kosong
Rules of thirds. Teknik ini merupakan teknik pengaturan komposisi yang umum digunakan dalam mengatur tata letak foto. Teknik ini awalnya digunakan pada seni lukis untuk menempatkan point of interest (PoI) pada lukisan.  Rules of thirds biasa juga disebut dengan golden ratio. Dua jenis golden ratio yang umum yaitu golden  triangle, dan golden spiral. Pada umumnya pada view finder atau screen camera telah menyediakan garis penuntun untuk mengaplikasikan golden ratio ini. Jika kamera tidak menyediakan bantuan garis, maka coba buat garis khayal untuk membentuk golden ration sebelum menekan tombol shutter kamera. Untuk mempelajari mengenai Rules of Thirds, sangat banyak artikel di internet yang membahas mengenai hal ini.

Meletakkan subjek foto pada pertemuan garis yang membagi tiga area foto secara horisontal dan vertikal. Komposisi foreground juga diberi porsi 1/3 dari area horisontal

GOLDEN TRIANGLE. Dengan menarik garis diagonal dan sebuah garis tegak lurus pada sudut yang lainnya akan menciptakan komposisi golden triangle. Silahkan letakkan subjek yang berbeda pada segitiga2 yang terbentuk dan telakkan PoI utama pada pertemuan segitiga tersebut
GOLDEN SPIRAL. Letakkan subjek foto atau PoI pada spiral bagian dalam, dan objek foto yang melimpah pada lingkaran spiral terluar. PoI dalam foto ini adalah orang yang berdiri dan ujung lorong, sedangkan objek yang melimpah adalah pohon bambu
Contoh lain dari peletakan subjek foto atau PoI pada garis khayal golden spiral

Framing. Tidak selamanya PoI diletakkan mengikuti golden ratio, terkadang PoI juga dapat diletakkan ditengah gambar. Salah satu teknik meletakkan PoI ditengah yaitu dengan membingkainya dengan framing. Framing dapat mengurangi elemen yang tidak seirama dan mengisi ruang kosong pada foto


Framing yang mengikuti pengaturan komposisi golden spiral. PoI pada foto ini ditempatkan pada bagian dalam spiral seperti yang dijelaskan sebelumnya

Framing dengan meletakkan PoI ditengah
Framing dengan meletakkan PoI ditengah
Framing dengan meletakkan PoI ditengah
Framing dengan meletakkan PoI ditengah
Framing untuk mengisi ruang kosong pada foto
Foreground, middle ground, background (FMB). Terkadang saat kita memotret sebuah objek, kita hanya menampilkan foreground dan background saja, dan melupakan middle ground. Dengan menghadirkan foreground, middle ground, dan background, foto kita akan tampil lebih wah dibandingkan hanya menampilkan foreground dan background saja, namun untuk foto portrait, menampikan foreground dan background saja sudah cukup.

Foreground pada foto ini yaitu batu yang dibuat blur, fokus PoI pada foto ini diletakkan di middle ground dengan background yang juga blur. Foto ini diambil dengan menggunakan lensa 35 mm f1.4.
Meletakkan PoI pada middle ground menghilangkan kesan datar pada foto dan foto akan tampak berlapis. Foreground dan background yang dibuat blur akan menguatkan karakter PoI sebagai subjek. Untuk teknik ini penggunaan lensa dengan kemampuan shallow focus dan memiliki aperture besar (f/1.4 -f/ 1.8) sangat disarankan, selain itu penggunaan lensa tele dengan zoom maksimal atau lensa macro juga dapat digunakan.

Pada foto ini, baik foreground, middle ground, dan background tidak dibuat blur (aperture kecil f/21). Foreground pada foto ini yaitu batu dengan daun momiji, middle ground pada foto itu yaitu air sungai yang dibuat bagaikan kapas, dan backgroundyaitu pohon momiji yang daunnya memerah. Foto ini diambil dengan teknik long exposure.

FMB juga dapat dibuat tidak blur untuk menampilkan semua unsur dengan jelas, dan bisa saja PoI diletakkan pada foreground. Untuk teknik ini sudah jelas kita harus menggunakan lensa dengan bukaan aperture yang kecil (f/22)

PoI pada foto ini yaitu suttlecock yang diletakkan pada foreground, middle ground yaitu atlet yang sedang lompat, sedangkanbackground nya yaitu net dan aktivitas orang dibelakangnya.

Foreground pada foto ini yaitu bunga-bunga, middle ground sekaligus PoI utama yaitu kereta api, dan background nya yaitu sunset.
Leading the lines. Tanpa disadari ketika melihat sebuah garis pada gambar, mata kita akan mengikuti garis tersebut, kehadiran garis-garis pada foto akan menimbulkan kesan dalam pada foto yang dihasilkan. Kehadiran garis-garis juga dapat menghadirkan sebuah cerita pada foto, selain itu garis-garis tersebut juga dapat mengarahkan ke PoI, atau menjadi arah bagi PoI. Jika ingin mengaplikasikan komposisi leading the lines pada foto, sebaiknya ujung garis diletakkan dibagian sudut foto. Garis tidak harus penuh, dan tidak harus membentuk garis lurus.

Leading the line mengikuti rel kereta api. Foto ini akan lebih bagus lagi jika diujung rel ada kereta api.
Mengaplikasikan leading the line dengan kombinasi seorang model
Jalanan yang dijadikan leding the line bagi PoI dapat memberikan kesan bercerita pada foto
Teknik long exposure yang menghasilkan garis-garis cahaya dari lampu kendaraan dijalan menjadi sebuah leading the line yang sangat menarik
Teknik long exposure yang menghasilkan garis-garis cahaya dari lampu kendaraan dijalan menjadi sebuah leading the line yang sangat menarik
Teknik long exposure yang menghasilkan garis-garis cahaya dari lampu kendaraan dijalan menjadi sebuah leading the line yang sangat menarik
Leading the line yang mengarahkan ke PoI utama pada foto
Nah demikian pembahasan mengenai Komposisi, salah satu unsur penting dari tiga unsur yang menurut saya akan menghasilkan sebuah foto yang menarik. Tulisan berikutnya akan berbicara mengenai Tune color dan Moment yang tidak kalah pentingnya berperan dalam menghasilkan foto yang menarik.

Salam foto-foto,
Februadi

photo source: koleksi pribadi.
tulisan ini di tulis ulang dari website saya sebelumnya februadi.agritech.unhas.ac.id

No comments:

Post a Comment